Siap Kalahkan Monumen GWK Bali! Proyek Marcusuar Monumen Reog Ponorogo Siap Di Bangun


M
onumen Reog Ponorogo (MRP) disebut bakal mengalahkan ketinggian patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Patung ini nantinya akan dibangun di atas perbukitan kapur Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Dengan Ketinggian Kurang lebih 126Meter patung MRP ini lebih tinggi 5Meter dari GWK.

Pembangunan MRP memang belum dimulai secara resmi. Namun pemerintah telah menentuan desain bangunan monumen yang diambil dari sayembara desain terbuka.





Dalam sayembara itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memberikan total hadiah Rp175 juta. Pemenang pertama dengan judul karya Taman Ragam Selaras, mendapat hadiah senilai Rp100 juta.

Pemenang kedua dengan judul karya Pelataran Reog mendapat Rp40 juta. Sedangkan pememang ketiga dengan judul karya Reog Agung, Ponorogo Cultural Heritage diberi hadiah Rp25 juta. Dan dua pemenang harapan dengan hadiah masing-masing Rp5 juta.

Desain MRP

Melansir dari Solopos, karya Taman Ragam Selaras ini memperlihatkan desain monumen reog yang terlihat sedang menari.

Gerakan tari ini di-capture pada patung dengan membuat struktur dasar patung berkelok, menekuk ke belakang di bagian atas, dan menekuk ke depan di bagian bawah (seolah membentuk huruf S).

Dengan ini, patung menjadi lebih dinamis dan tetap memenuhi persyaratan ukuran dan kekuatan struktur yang telah ditentukan.

Patung ini sepenuhnya menggunakan struktur baja dengan penutup tembaga. Sedangkan podium difungsikan sebagai lobby, museum, wisma seniman, dek observasi.

Tampilan fasad podium ini dibuat agar menampilkan kesan kokoh tetapi tidak kaku. Fasad menggunakan material beton dengan perpaduan elemen kaca pada area yang merupakan wisma seniman dan pada bagian atas pintu masuk terdapat green roof yang dapat diakses melalui lantai-lantai tertentu sebagai dek observasi dan ruang komunal.


Desain ini juga dibuat untuk meninggalkan kesan timeless. Konsep bangunan juga mengadopsi prinsip arsitektur verkular Jawa, tersebar namun tertata.


Untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, kawasan ini dilengkapi dengan bioswale yang berfungsi sebagai daerah resapan air hujan. Hal ini akan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan kawasan konservasi air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya 10 Detik! Cara Tarik Saldo Dana Di Alfamart Terbaru